My Melody Is Cute

Jumat, 18 Desember 2009

Sinopsis Boys Before Flowers Episode 22


Jun Pyo memohon pada Jan Di untuk melarangnya pergi, Jan Di tidak dapat mengatakan apapun. Petugas datang meminta Jan Di bersiap2. Jan Di pergi mengikuti orang itu. Ternyata mereka menyergapnya dan menutup mulutnya. Presdir Kang mengirim pesan kepada Jun Pyo dengan gambar Jan Di diikat. Pesannya jelas, Jun Pyo harus segera menikah atau Jan Di dalam bahaya.

F3 masuk ke ruang upacara, diikuti Jun Pyo yang melangkah tanpa semangat. Jae Kyung masuk dan berdiri disamping Jun Pyo. Ketika Pendeta mulai bertanya apakah ada yang keberatan dengan pernikahan ini, berbicara sekarang atau tidak sama sekali. Tiba2 Jae Kyung mengangkat tangannya. Semua shock, apalagi ketika F3 dan Ga Eul juga ikut berdiri.

Jae kyung meminta maaf tidak dapat menikah dengan Jun Pyo. Jun Pyo heran mengapa Jae Kyung melakukannya. Jae Kyung hanya berkata : Aku adalah orang yang asyik/I used to be a pretty cool person. Jae Kyung menyuruh bodyguardnya menyelamatkan Jan Di dan membawa Jan Di ke sebuah yacht.

Jun Pyo segera menuju yacht dan bertemu dengan Jan Di yang masih keheranan. Keduanya berpelukan dengan lega. Mereka pergi dengan yacht itu. Jun Hee memandang dengan lega. Yi Jung membawa Ga Eul berjalan2 dengan mobil. Ga Eul tidak dapat berhenti menangis karena terharu dan lega.

Ji Hoo berkuda di padang dan mulai teringat kata2 Jun Pyo kemarin malam. Kata Jun Pyo : Aku kira lebih baik untuk Jan di jika aku mengirimkannya kepadamu daripada bersamaku dan membuatnya selalu dalam kesulitan. Aku bahkan tidak dapat membayangkannya. Tapi jika aku harus melakukannya, orang itu haruslah dirimu. Tapi tetap saja aku tidak mampu melakukannya.

Ji Hoo pulang dari berkuda dan menemukan Jae Kyung telah menantinya. Ji Hoo bertanya apakah Jae Kyung menyesal melepaskan Jun Pyo. Kata Jae Kyung : Aku akan menyesalinya sampai mati. Tapi ada beberapa orang seperti kita yang tidak terlalu ambisius dalam mendapatkan sesuatu. Jae Kyung menyerahkan kalung Jan Di kepada Ji Hoo. Dia akan pulang ke New York besok pagi. Sebelum pergi Jae Kyung berkata pada Ji Hoo : Betapa aku sangat berharap inisial JJ itu adalah Ji Hoo dan Jan Di.

Jun Pyo dan Jan Di tiba di villa yang sudah dihias dengan romantis. Agak canggung dengan romantisme yang mendadak, mereka saling pandang dengan bahagia. Jun Pyo mengajak Jan Di berdansa dan Jan Di bertanya mengapa Jun Pyo menyukainya, dia tidak cantik, tidak kaya, tidak terkenal, tidak punya apa2. Jun Pyo menjawab karena aku telah punya semuanya itu. Kau hanya perlu menjadi Geum Jan Di.

Mereka melihat bintang bersama dan Jun Pyo bertanya : Tahukah kau apa impianku ? Jawab Jan Di : Melihat bintang bersama anak laki2mu. Jun Pyo tertawa : kau benar2 berpikiran sederhana. Maafkan aku Jan Di karena tidak dapat memenuhi janji yang kubuat. Mereka pun berciuman.

Keesokan harinya F3 dan Ga Eul mengunjungi Jun Pyo dan Jan Di untuk sarapan bersama dan ikut berbahagia dengan mereka. Saat Ji Hoo menyerahkan kalung Jan Di kembali. Jan Di teringat bahwa Jae Kyung akan berangkat pagi ini. Jun Pyo dan Jan Di segera ke bandara. Mereka bertemu Jae Kyung dan mengucapkan terima kasih dan perpisahan. Kata Jae Kyung : Jika kalian sampai putus, aku akan merasa bersalah sampai aku mati. Jadi kalau kalian mau putus, kalian harus melapor dan meminta izinku.

Setelah kembali ke Seoul, Presdir Kang sangat marah dan mengurung Jun Pyo. Presdir Kang menemui Jan Di dan menyalahkannya atas kegagalan merger dengan grup JK saat itu Dokter Yoon masuk dan membela Jan Di. Kata Dokter Yoon, Jan Di adalah calon cucu menantunya, urusan Jan Di adalah urusannya juga. Semua kaget termasuk Presdir Kang, tapi dia merasa senang. Dokter Yoon mengajak Jan Di tinggal di rumah Ji Hoo dan berhasil membujuk Ji Hoo dan Jan Di.

Yi Jung tidak menerima pesan Eun Jae karena dia merusakkan pesan Eun Jae tanpa sengaja. Tuan Jung meminta Jan Di menjaga seorang pria setengah baya yang sedang koma. Jan Di heran tapi bersedia menjaganya. Tuan Jung sangat senang karena pria ini sudah seperti keluarga untuknya.


Jun Pyo berterima kasih pada Ji Hoo karena mau menjaga Jan Di, tapi Ji Hoo merasa takut. Woo Bin menghibur Jan Di agar tidak terlalu mengkhawatirkan Jun Pyo, dia juga berterima kasih karena Jan Di maka Ji Hoo menjadi lebih relaks dan bisa bertemu kakeknya lagi. Jan Di membacakan buku untuk pria yang sedang koma itu dan tuan Jung sangat puas dengan kerja Jan Di.


Ji Hoo membantu Jan Di memotong rambutnya. Jan Di berterima kasih dan menawarkan untuk membantu mencuci mobil Ji Hoo yang berakhir dengan perang air (mereka benar2 seperti pacaran..sedikit mengkhawatirkan, tapi buat aku pendukung pasangan Ji Hoo-Jan Di benar2 priceless..).


Mereka duduk di bangku dan Ji Hoo membaca buku puisi. Kemudian Ji Hoo membaca satu puisi dengan keras : Aku hanya ingin mengatakan kepadamu...bahwa aku mencintaimu. Aku ingin mengatakannya dengan keras. Puisi itu ditujukan kepada Jan Di yang ternyata tertidur, Jan Di tidak mendengarnya.

Ga Eul berusaha meyakinkan Yi Jung untuk memakai tangannya lagi berlatih membuat tembikar, tapi Yi Jung menolaknya. Jun Pyo dan Woo Bin bersiasat dan berhasil mengelabui anak buah Presdir Kang. Jun Pyo berhasil mengajak Jan Di untuk berkencan, tapi Jan Di harus menjaga seorang anak kecil. Jadi mereka berkencan sambil membawa anak itu. Mereka pergi ke kebun binatang dan bersenang-senang.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Laman